Carilah tempat terbaik, orang2 terbaik, dan bicarakan hal2 yg baik, insyallah qt akan jadi yang terbaik

Download Modul

Jumat, 13 Januari 2012

BURUNG DAN TELUR
Zaman  dahulu  ada seekor burung yang tidak mempunyai tenaga
untuk terbang.  Seperti  ayam,  ia  berjalan-jalan  saja  di
tanah, meskipun ia tahu bahwa ada burung yang bisa terbang.
 
Karena  berbagai  keadaan, ada telur seekor burung yang bisa
dierami oleh burung yang tak bisa terbang itu.
 
Setelah sampai waktunya, telur itu pun menetas.
 
Burung kecil itu masih memiliki kemampuan untuk terbang yang
diwarisi  dari ibunya, yang tersimpan dalam dirinya sejak ia
masih berada dalam telur.
 
Ia pun berkata kepada orang tua angkatnya, "Kapan  aku  akan
terbang?"  Dan  burung yang hanya bisa berjalan di tanah itu
menjawab, "Cobalah terus menerus  belajar  terbang,  seperti
yang lain."
 
Yang  tua  itupun  tidak  tahu  bagaimana  mengajarkan  cara
terbang  kepada  anak  angkatnya:  ia  bahkan   tidak   tahu
bagaimana  menjatuhkannya  dari  sarang  agar  bisa  belajar
terbang.
 
Dan  aneh  bahwa  burung  kecil  itu  tidak  mengetahui  hal
tersebut.   Pemahamannya   terhadap  keadaan  terkacau  oleh
kenyataan bahwa ia merasa berterima kasih kepada burung yang
telah mengeraminya.
 
"Tanpa  jasa  itu,"  katanya kepada diri sendiri, "tentu aku
masih berada dalam telur."
 
Dan ia juga kadang-kadang berkata  kepada  dirinya  sendiri,
"Siapa  pun  bisa  mengeramiku,  tentu  bisa juga mengajarku
terbang. Tentunya hanya soal waktu saja, atau karena usahaku
yang  tanpa  bantuan, atau karena suatu kebijaksanaan agung:
ya, ini jawabnya. Tiba-tiba suatu hari aku akan  terbawa  ke
tahap berikutnya oleh-nya yang telah membawaku sejauh ini."
 
Catatan
 
Kisah  ini  terdapat dalam berbagai bentuk dalam versi-versi
yang berbeda dari karya Suhrawardi,  Awarif  al-Maarõf,  dan
mengandung pelbagai pesan. Konon, kisah ini bisa ditafsirkan
secara intuitif sesuai dengan  tahap  kesadaran  yang  telah
dicapai  oleh  orang yang belajar ilmu Sufi. Yang jelas saja
kisah ini mengandung nasehat-nasehat,  beberapa  diantaranya
menekankan dasar dasar utama peradaban modern, antara lain:
 
"Konyollah   apabila   kita   beranggapan  bahwa  suatu  hal
mengikuti sesuatu yang lain; anggapan itu  juga  menghalangi
kemajuan  selanjutnya,"  dan  "Bahwa  sesuatu bisa melakukan
fungsi tertentu tidaklah berarti bahwa juga ia bisamelakukan lungsi yang lain."
 
------------------------------------------------------------
K I S A H - K I S A H   S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))

Posting Komentar

Loading...